Inflasi AS Tinggi dan Klaim Pengangguran Menurun, Euro Melemah Terhadap Dolar

Nilai tukar Euro terhadap mata uang AS melemah pada hari Kamis (16/02/23) setelah data menunjukkan harga produsen AS untuk bulan Januari lebih tinggi dari perkiraan dan klaim pengangguran mingguan menurun.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Federal Reserve harus mempertahankan kebijakan moneter yang ketat untuk beberapa waktu guna menurunkan inflasi.

Indeks harga produsen AS naik tajam sebesar 0,7%, melebihi perkiraan konsensus sebesar 0,4% dan angka Desember yang menunjukkan penurunan sebesar 0,2%.

Data klaim pengangguran AS juga menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat, dengan jumlah klaim sebanyak 194.000, lebih rendah dari ekspektasi sebesar 200.000 menurut jajak pendapat Reuters.

Di sisi lain, dalam berita bearish lainnya yang membebani nilai tukar Euro, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Loretta Mester, menyatakan bahwa bank sentral bisa meningkatkan suku bunga secara agresif jika inflasi meningkat tak terduga.

Meskipun ia berbicara dalam nada hawkish, dia mengatakan bahwa dia tidak memperkirakan AS akan mengalami resesi.

Grafik EURUSD Timeframe H4

Pergerakan harga EURUSD pada hari ini dibuka di harga 1.06727 yang lebih rendah dari pembukaan harga hari Kamis (16/02/23) di level 1.06892. Artinya EURUSD mengalami pelemahan.

EURUSD berada di bawah EMA 50 dan EMA 200 mendukung bahwa pair ini masih memiliki probabilitas pergerakan ke arah Bearish. Sehingga opsi SELL dapat menjadi rekomendasi transaksi pada perdagangan hari ini.

Apabila harga EURUSD mengalami rejeksi di sekitar area Resistance 1 (1.07625) dan resistance 2 (1.07968), direkomendasikan melakukan eksekusi SELL.

Open posisi SELL juga dapat dilakukan apabila harga EURUSD mampu breakout Support pertama di level 1.06615. Akan tetapi dalam menempatkan open posisi, sebaiknya menunggu harga rebound di sekitar area Support Become Resistance (SBR).