Inflasi dan Pengeluaran Konsumen Meningkat di Prancis, ECB Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga

Ekonomi Prancis menjadi sorotan, inflasi tahunan Prancis naik secara tak terduga menjadi 7,2% di bulan Februari dari 7% di bulan Januari, PDB kuartal keempat, dan angka pengeluaran konsumen.

Selain angka inflasi, perkiraan akhir pertumbuhan Gross Domesticc Product (GDP) pada kuartal keempat yang secara definitif menentukan titik awal pertumbuhan tahun 2022, dipastikan tumbuh sebesar 0,1%.

Yang signifikan, tekanan inflasi meningkat pada bulan Februari, dengan laju inflasi tahunan Prancis naik dari 6,0% menjadi 6,2% dibandingkan dengan perkiraan 6,1%.

Namun, pengeluaran konsumen meningkat sebesar 1,5% pada bulan Januari, membalikkan penurunan sebesar 1,6% dari bulan Desember.

Inflasi dan pengeluaran konsumen terbaru di Prancis mendukung kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin pada bulan Maret. Namun, ECB kemungkinan tidak akan mempertimbangkannya pada bulan April.

Dalam Bulletin Ekonomi terbaru ECB, ECB mencatat bahwa pertumbuhan upah yang meningkat dan penurunan inflasi harga energi harus meredakan hilangnya daya beli dan mendukung konsumsi. Keyakinan konsumen perlu meningkat untuk mendukung pandangan ECB tentang konsumsi.

Kepala ekonom Bank Sentral Eropa Philip Lane mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara hari ini bahwa sementara tekanan inflasi zona euro mulai mereda, ECB tidak akan mengakhiri kenaikan suku bunga sampai yakin pertumbuhan harga kembali ke 2%.

ECB telah berjanji untuk menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 3% pada bulan Maret dan pasar memperkirakan suku bunga ini akan naik menjadi hampir 4% pada akhir tahun 2023.

Setelah angka inflasi AS terbaru dan perubahan sentimen terhadap kebijakan moneter Fed, investor perlu memantau pidato anggota ECB.

Namun, dengan tidak adanya jadwal pidato dari anggota Dewan Eksekutif ECB pada hari ini, pelaku pasar perlu memperhatikan komentar anggota Dewan Eksekutif ECB dengan media.

Grafik Timeframe H1

Pergerakan harga EURUSD pada hari ini dibuka di harga 1.05714 yang lebih rendah dari pembukaan harga hari Rabu (28/02/23) di level 1.06040. Artinya EURUSD mengalami penurunan.

EURUSD berada di bawah EMA 50 dan EMA 200 mendukung bahwa pair ini masih memiliki probabilitas pergerakan ke arah bearish.

Sehingga opsi SELL dapat dilakukan apabila harga EURUSD mengalami rejeksi di sekitar AREA SELL 3 (1.06062 – 1.06135) atau AREA SELL 4 (1.06365 – 1.06440).

Open posisi SELL juga dapat dilakukan apabila harga EURUSD mampu breakout AREA SELL 2 (1.05766 – 1.05834) atau AREA SELL 1 (1.05322 – 1.05416).