JADI, SIAPA MUSUH TERBESAR PARA TRADER ITU?

JADI, SIAPA MUSUH TERBESAR PARA TRADER ITU?

JADI SIAPA MUSUH TERBESAR SEORANG TRADER ITU

Trading adalah suatu kemenangan dalam transaksi,sehebat apapun teknik yang digunakan, seakurat apapun analisanya, tetap saja kita tidak dapat menebak harga yang akan dikeluarkan oleh pasar. Jadi wajar saja apabila seorang trader merasa emosi, terganggu, stress, bahkan depresi. Itu semua manusiawi karena seakurat apapun tekniknya kita juga pasti akan mengalami yang namanya rugi atau dalam dunia trading adalah loss.

Ketika memulai trading kita harus tahu betul semua resiko yang akan kita alami, mulai dari kondisi pasar yang tidak menentu, cara kerja forex, keuntungan dan kerugian forex hingga margin call yang dimiliki oleh forex. Karena pada dasarnya tak kenal maka tak sayang maka dari itu, sebelum anda terjun anda harus paham semua komponen forex.

umumnya, ketika kita open posisi, melihat harga bergerak, dan ternyata kita berada dalam posisi yang benar, pada waktu tersebut profit yang akan kita peroleh cukup banyak. Namun, kita mengharap lebih dari yang kita dapatkan, sehingga tidak meng-close posisi. Kita berharap terus bergerak sesuai dengan keinginan kita. Namun apa kata pepatah mengatakan,”TIDAK ADA PESTA YANG TIDAK BERAKHIR”. Tiba-tiba harga bergerak reversal dan menyebabkan posisi kita yang semula beruntung menjadi merugi.

 

Emosi seorang trader umumnya dimainkan oleh rasa takut dan serakah, yang pada akhirnya seorang trader tersebut tidak bisa membuat sebuah keputusan trading yang objektif dan menjadi cenderung subjektif, misalkan ketika sudah floating profit banyak ia tidak mau segera merealisasikan keuntungannya dan beberapa saat kemudian keuntungan tersebut malah berkurang karena harga reversal (berbalik arah) dan ketika di posisi floating loss trader tersebut terus menahan dengan harapan harga akan berbalik dan kenyataannya harga malah makin turun tajam yang mendekatkannya pada Margin Call.

Dari kasus tersebut kita dapat membaca bahwa sudah menjadi sifat dasar manusia yang serakah dan tidak pernah puas, padahal terkadang hal tersebut justru menjeremuskan trader itu sendiri. Manusia memang sulit dalam mengontrol emosi.

Musuh yang paling besar untuk para trader adalah dirinya sendiri, nukan broker yang menyimpan uang mereka, bukan juga master yang membimbing mereka, bukan juga orang-orang disekeliling mereka yang sedang profit besar-besaran atau sedang terkena margin call.

Trading adalah bisnis, yang dikuasai oleh anda dan diri anda sendiri, keuntungan dan kerugian tentunya anda sendiri yang merasakan. Kita menang itu adalah keberuntungan dan jerih payah anda, tapi ketika kalah atau loss itu juga adalah keputusan anda, jangan menyalahkan siapapun utuk keputusan yang anda buat. Karena trading adalah bisnis dan itu adalah sepenuhnya milik anda. Maka dari itu, tradinglah sewajarnya, jangan melebihi batas, jangan menggunakan emosi yang berlebihan, jangan menjadi serakah dan tidak pernah puas, trading adlaah pembelajaran, sebaik baiknya trader adalah trader yang selalu merasa cukup akan profit yang ia dapatkan.

(Visited 2 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi Kami Disini !!
Shares