KENAPA BERINVESTASI ITU WAJIB?

KENAPA BERINVESTASI ITU WAJIB?

KENAPA BERINVESTASI ITU WAJIB

Bagi orang orang awam, pasti menyangka berinvestasi adalah suatu hal yang ribet dan merepotkan. Seperti misalnya deposito di suatu bank kita hanya akan mendapat bunga sekitar 4-5% belum lagi terkena pajak sekitar 20% dari yang diterima. Karena alasan ini orang-orang menjadi malas untuk berinvestasi. Kalaupun iya mau berinvestasi banyak sekali orang yang jadi bingung karena merasa dirinya belum sanggup untuk melakukan hal itu.

 

Para pembaca sekalian, kami tahu betul bahwa pada dasarnya manusia pasti merencanakan untuk masa depan, jangankan untuk masa depan, untuk hari besok, besoknya lagi atau bahkan bulan berikutnya juga pasti mercenakan suatu hal karena kita sebagai manusia memang sebaiknya memiliki tujuan. Seiring dengan berjalannya waktu, kebutuhan juga akan meningkat. Manusia membentuk suatu siklus ekonomi yang paralel dengan kehidupannya. Ketika memasuki fase tertentu dalam siklus tersebut, barulah terasa manfaat investasi yang tak tergantikan.

Seorang ekonom Rusia yang bernama Nikolai Kondratieff menandai siklus ekonomi dalam perjalanan kehidupan manusia sebagai pergantian musim dalam setahun. Berikut penjabarannya:

1. Fase Musim Semi

Mulai dari remaja hingga dewasa ketika kita sedang dalam masa produktif dari membutuhkan uang hingga menghasilkan uang, untuk membeli kebutuhan rumah tangga, mencukupi semua kebutuhan keluarga, liburan dan sebagainya. Fase ini merupakan fase yang paling indah untuk dilewati, fase ini bernama fase musim semi.

2. Fase Musim Panas 

Lalu masuk ke fase berikutnya, yaitu pada saat anak-anak yang kita miliki sudah mulai besar dan sudah mulai masuk sekolah, adik-adiknya perlu popok, istri sudah semakin bergaya, kebutuhan meningkat, begitupun dengan karir yang semakin mapan. Pola konsumsi pun naik seiring dengan meningkatnya pendapatan. Asalnya hanya perlu sedan kecil, kini keluarga semakin besar sehingga perlu ganti ke mobil keluarga yang lebih luas. Ini bisa dikatakan sebagai fase musim panas.

3. Fase Musim Gugur

Menjelang tengah baya, karir telah hampir di puncak, anak-anak telah menjelang dewasa, kebutuhan pun semakin besar dan banyak. Dulu anak cukup dibelikan mainan, kini minta kendaraan juga. Kebutuhan memuncak ketika anak kuliah, padahal tubuh tak lagi prima seperti dua puluh tahun lalu, mulai suka sakit-sakitan dan uang yang dikumpulkan banyak dipakai berobat juga. Saat itu biasanya tubuh sudah mulai minta istirahat dan berlibur.

Rumah juga sepertinya sudah harus ganti ke yang lebih luas untuk menampung barang. Semua perabotan juga harus diganti karena sudah waktunya. Inilah fase musim gugur . Di masa inilah tingkat konsumsi keluarga mencapai puncaknya, beberapa yang tidak sanggup memenuhi kebutuhan keluarganya melakukan pinjaman kesana kemari untuk membeli barang-barang konsumsi. Oleh karena itu, kredit macet sering terjadi pada orang-orang di fase ini.

4. Fase Musim Dingin

Lalu masuk ke fase selanjutnya anak-anak telah lulus kuliah dan mencari pekerjaan. Beberapa langsung menikah dan membutuhkan dana dari orang tua yang tidak sedikit. Di fase ini, beberapa sudah siap untuk pensiun. Pengeluaran makanan diganti dengan konsumsi obat-obatan. Hutang-hutang sudah mulai lunas semua, tapi beberapa yang masih berhutang mengalami kesulitan di masa ini, karena tubuh sudah tidak seprima dahulu untuk mencari uang tambahan.

Lalu saat pensiun tiba, pendapatan tidak sebanyak dahulu, tapi kebutuhan terus membesar lantaran beberapa anak-anak masih belum mandiri alias masih mengandalkan orang tua walau sudah menikah. Inilah fase musim dingin (winter), fase yang cukup menyedihkan apabila tabungan Anda tidak cukup kuat di masa ini.

Mengapa Anda perlu memiliki tabungan untuk hari tua? Karena pada saat Winter, energi kita terbatas, tubuh tak lagi prima, pensiun tak sebesar gaji saat masih produktif. Belum lagi, kondisi kesehatan mulai menurun, sementara terkadang anak masih minta bantuan untuk cicil mobil atau keperluan lain. Dengan kata lain, perbandingan antara penghasilan dan kebutuhan akan bertolak belakang di fase musim dingin.

Dari keempat fase tersebut, anda tentunya dapat menyimpulkan bahwa yang kita butuhkan adalah berrinvestasi, untuk apa? Tentunya untuk memakmurkan masa depan dan masa tua kita. Hal yang paling baik adalah mempersiapkan sesuatu untuk masa depan, untuk anak cucu untuk kehiudpan yang lebih baik di masa yang akan datang. Tentunya untuk anda yang tidak berinvestasi akan merasa rugi dan menyesal, malah lebih memilih untuk meminjam uang kesana kemari bukannya berinvestasi sejak dini. Jadi teman-teman yang paling penting adalah bagaimana cara kita mengontrol keuangan dan menyisihkan sedikit demi sedikit untuk berinvestasi. Nekatlah untuk berinvestasi dari pada nekat berhutang kesana kemari.

 

 

(Visited 6 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Kami Disini !!
Shares