KESALAHAN FATAL UNTUK TRADING PEMULA

KESALAHAN FATAL UNTUK TRADING PEMULA

KESALAHAN FATAL UNTUK TRADING PEMULA

Awal mula terjun di dunid Forex memang merupakan pengalaman yang sangat menarik, Tapi anda juga harus waspada untuk terhindar dari resiko umum., dengan belajar dari lima jenis kesalahan untuk trader pemula :

1. Overleveraging

Overleveraging menjadi faktor penyebab para trader dengan banyak mengalami kerugian, karena mereka juga cenderung tidak memperhatikan Leverage pada proses-proses trading. Konsep Leverage memang mempunyai dua sisi yang berlainan, yakni bisa sangat menguntungkan, tetapi di sisi lain bisa sangat merugikan. Overleveraging sendiri adalah trading dengan menggunakan ukuran posisi yang terlalu besar dibanding dengan margin yang tersedia. Disadari atau tidak, risiko Overleveraging sering menyerang para pemula yang berkeinginan untuk cepat kaya dari trading. Misalnya, karena Andy ingin mendapatkan profit $1000 dalam seminggu, sementara modalnya hanya $10, maka ia menggunakan leverage tinggi. Namun bukannya untung, posisinya malah cepat tersambar Margin Call. Masih tertarik untuk mengambil risiko dengan melakukan Overleverage.

2. Trading Tanpa Perencanaan

Memulai trading tanpa perencanaan yang konkrit, sama halnya dengan anda menyerahkan uang atau dana secara cuma-cuma kepada pasar, karena pasar juga akan sangat mudah mengambil keuntungan dari trader yang tidak memikirkan strategi perencanaan dengan baik dan sesuai kebutuhan. Perlu untuk diketahui, jika pasar cenderung bergerak melawan posisi anda, kapan anda akan menghentikan kerugian? Lalu jika pasar bergerak positif, kapan pula Anda menentukan untuk mengambil profit? Jawaban dari kedua pertanyaan tersebut harusnya bisa menjadi acuan anda dalam menentukan posisi exit yang strategis. Kendalikan keinginan untuk melakukan trading secara spontan dan coba-coba, tanpa mengacu pada rencana manajemen risiko. Namun jika anda telah mempunyai keyakinan yang kuat, maka silahkan untuk mengeksekusinya. Bekerja keras ialah kunci agar perencanaan trading anda di masa depan semakin matang. Sehingga, sebaiknya atur rencana untuk menentukan kapan harus memasang Stop Loss dan kapan waktu yang tepat mengambil profit.

3. Trading Tanpa Stop Loss

Trading tanpa Stop Loss, entah disadari atau tidak nyatanya banyak yang dilakukan oleh para trader pemula. Padahal memasang Stop Loss ialah salah satu fitur yang dibutuhkan oleh trader, agar mereka bisa mengontrol kerugian saat harga bergerak melawan posisi trading. Stop Loss sendiri dapat diartikan sebagai nilai batasan harga terendah, yang ditentukan untuk membatasi kerugian. Saat pergerakan harga menyentuh nilai ini, maka secara otomatis akan menutup order atau posisi Anda.

4. Kurangnya Modal

Minimnya kepunyaan modal awal para trader pemula menjadi salah satu faktor kesalahan yang mereka lakukan, dan hal tersebut secara bersamaan juga akan dengan cepat “membunuh” mereka. Karena alasan ini, banyak trader justru menghancurkan akun trading miliknya selama bulan pertama atau di minggu-minggu awal. Modal trading dapat hilang dan habis, bahkan sebelum Anda dapat belajar mengenai proses trading yang benar. Dalam kebanyakan kasus, ketidakamanan akun muncul dari kesalahan yang dibuat oleh trader pemula, atau kegagalan dalam mengambil keputusan untuk mengelola dana dengan baik.

Nah sekian pembahan sari akmi, semoga bermanfaat yaa

(Visited 16 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Kami Disini !!
Shares