RBA Revisi Perkiraan Inflasi dan Beri Peringatan Kenaikan Suku Bunga

Reserve Bank of Australia (RBA) merevisi perkiraan ekonomi Australia dan memperingatkan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut. Akibat pernyataan tersebut, pergerakan AUDUSD pada pembukaan hari Jumat (10/02/23) ini terlihat kurang bersemangat.

Pada hari Selasa, RBA menaikkan suku bunga untuk kali kesembilan berturut-turut ke level tertinggi baru dalam satu dekade sebesar 3,35%, sehingga total pengetatan sejak Mei lalu mencapai 325 basis poin.

Inflasi harga konsumen berjalan pada level tertinggi setelah 32 tahun sebesar 7,8%, dan sekarang diperkirakan akan melambat menjadi 6,7% pada bulan Juni tahun ini, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 6,3%. Kemudian akan melambat lebih jauh ke atas kisaran target RBA sebesar 2-3% pada pertengahan 2025.

Ukuran rata-rata inflasi hanya akan melambat menjadi 6,2% pada pertengahan tahun ini, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 5,4%. Pertumbuhan upah tahunan diperkirakan akan meningkat ke puncak 4,2% pada akhir tahun ini, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 3,9%, sebelum turun kembali ke 3,8% pada pertengahan 2025.

Tingkat pengangguran diperkirakan akan terus meningkat menjadi 4,4% pada pertengahan 2025, dari 3,5% saat ini. Semua prakiraan ini didasarkan pada asumsi teknis bahwa suku bunga mencapai puncaknya sekitar 3,75% pada pertengahan 2023 sebelum turun kembali menjadi sekitar 3% hingga Juni 2025.

Bank juga menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi menjadi 1,6% pada tahun ini, dibandingkan dengan 1,4% sebelumnya. Penghapusan pembatasan COVID secara tiba-tiba oleh China telah menambah pertumbuhan permintaan global, mendukung ketentuan perdagangan dan pendapatan nasional Australia.

Grafik AUDUSD, h1