STRATEGI UNTUK INVESTASI JANGKA PANJANG

STRATEGI UNTUK INVESTASI JANGKA PANJANG

STRATEGI UNTUK INVESTASI JANGKA PANJANG

Pastinya kalian sudah mengetahui betapa pentingnya untuk kita melakukan investasi demi masa depan yang lebih baik lagi. Nah masalahnya, banyak sekali peluang investasi, namun belum tentu semua jenis investasi itu cocok untuk kita. Rajin-rajin untuk  membaca tentang peluang investasi juga belum cukup kalau kalian tidak menguasai pasar. Oleh karena itu kita harus sangat mengerti mengenai hal strategi yang harus kita gunakan dalam memilih jenis-jenis investasi yang baik untuk diri kita.

Dalam situasi seperti ini, investor mempunyai sikap yang bermacam-macam. Ada yang buru-buru untuk menjual saham, ada yang bertahan, dan ada juga yang menambah jumlah investasinya. Pertanyaannya, bagaimana strategi yang pas dalam menghadapi gejolak pasar seperti yang terjadi pada saat ini ? Untuk dapat menjawabnya, sesungguhnya itu semua sangat tergantung sekali kepada alasan atau juga kebutuhan para investor dalam menentukan langkahnya.  Setidaknya mempunyai tiga langkah atau pilihan yang bisa juga diambil oleh para investor. Pertama, bertahan. Kedua, menambah investasi. Ketiga, menjual. Ketika kondisi pasar ini sedang menurun, investor seharusnya tidak harus panik. Apalagi jika mereka berpikir secara sangat matang dan juga menanamkan dana untuk investasi jangka panjang. Investor jangka panjang merupakan investasi minimum 10 tahun.

Jika melihat melalui sejarahnya, untuk periode investasi jangka panjang menunjukkan bahwa investasi terbukti memberikan imbal hasil lebih baik dibanding investasi lain.

Oleh karena itu kalau mengacu kepada perkembangan dan sejarahnya, maka untuk investor jangka panjang semestinya tidak harus terlalu terpengaruh oleh perkembangan berita-berita yang terdapat dimedia massa. Sedangkan mengenai berita subscription, atau sebaliknya redempt, seharusnya bukanlah berita penting untuk para investor. Sebab, untuk investor jangka panjang, berita-berita ini bukan dan tidak lagi menjadi salah satu indikator relevan untuk mereka. Di negara lain, kebanyakan para investor produk  juga berpandangan seperti ini.

Yang lebih menariknya lagi,  perhatian untuk investor yaitu memperhatikan manajer investasinya, baik soal kinerja, reputasi, kepercayaan, dan fundamentalnya. Meski begitu, yang tidak kalah penting ialah diversifikasi investasi. Untuk meminimalkan dampak atau resiko investasi, investor juga perlu melakukan diversifikasi investasi. Investor bisa menyimpan dana sebesar 80 persen ke dalam bentuk deposito, lantas sisanya sebesar 20 persen ditempatkan. Investasi ini misalnya dalam jangka waktu lima tahun. Atau juga bisa pula komposisi sebaliknya.

Tapi, investor juga perlu membaca situasi dan mengalihkan investasi ketika salah satu porsi portofolionya berkurang. Misalnya, saat sedang jatuh jadi portofolio efek menjadi 10% dan juga deposito 90%. Tapi, pada akhir tahun, investor ini bisa menarik 10% dana depositonya dan disuntik lagi sehingga porsi itu kembali imbang 80:20. Biasanya, return itu berpotensi lebih besar jika investor memakai investasi berimbang.

Nah begitu Trader sedikit penjelasannya semoga para Trader paham dan berguna untuk para Trader.

 

 

(Visited 2 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now ButtonHubungi Kami Disini !!
Shares