TAHAPAN DALAM MENYIKAPI KERUGIAN

TAHAPAN DALAM MENYIKAPI KERUGIAN

TAHAPAN DALAM MENYIKAPI KERUGIAN

Hallo trader yang ada di Indonesia, kali ini kita akan bahas ‘Tahapan Dalam Menyikapi Kerugian’ Banyak banget yang nanya tentang hal itu, kita bahas ya trader.

Salah satu hal yang Anda harus pelajari dalam trading forex adalah mengakui kesalahan yang menyebabkan kerugian. Meskipun hal tersebut normal terjadi dalam proses trading, namun kerugian biasanya sulit diterima oleh trader, karena tentu saja menyangkut sejumlah dana yang hilang. Alasan utama trader merasa kesulitan dalam mengatasi akibat dari kerugian adalah karena ketidak-tahuan daripada sekedar masalah psikologi.
Trader yang mempunyai kerugian biasanya tidak tahu bahwa emosi negatif yang ditimbulkannya bisa menyebabkan keputus-asaan. Mereka yang tidak bisa menyikapi kerugian dengan bijak dan cepat putus asa, bisa saja meninggalkan dunia trading forex. Dalam menyikapi kerugian dalam trading, biasanya ada empat tahapan yang dialami trader. Semakin trader bisa bertahan, semakin ia akan bisa menerima kerugian dalam trading.

Tahapan pertama: penolakan atas kenyataan bahwa trading forex bisa menyebabkan kerugian

Khususnya bagi trader pemula, tahap penolakan ini sering dialami. Dalam fase ini trader menolak kenyataan bahwa ia bisa mengalami kerugian akibat kesalahannya. Ia akan cenderung menyalahkan broker yang curang atau kondisi pasar yang sedang tidak menguntungkan. Alasan yang sering dikemukakan adalah bahwa brokernya adalah stop loss hunter (pemburu stop loss), atau pasar yang tiba-tiba berbalik arah, padahal kondisi entry-nya sudah benar. Jika mereka bisa bertahan, mereka akan terus melaju.

Tahapan kedua: penalaran yang logis dan masuk akal (rasionalisasi)

Setelah mengalami tahap penolakan, biasanya trader memasuki tahap rasionalisasi pada setup tradingnya. Pada tahapan ini trader mulai membuat rencana trading dan berusaha untuk menerapkannya. Ia juga berusaha menggunakan money management dengan benar, menentukan stop loss, target profit disertai dengan entry point yang sesuai dengan metode trading yang logis dan masuk akal. Ketika mengalami kerugian, mereka cenderung mengabaikannya dan kadang-kadang mengakui bahwa ia telah membuat kesalahan.

Tahapan ketiga: depresi

Pada tahapan ini trader telah melihat semua faktor dari luar yang bisa mempengaruhi hasil tradingnya, termasuk kemungkinan yang menyebabkan kerugian. Trader kemudian mulai berpikir bahwa kerugian yang dialaminya seluruhnya disebabkan oleh tindakannya sendiri. Meski sangat beralasan untuk bertanggung-jawab pada kerugian yang telah dialami, terlalu menyalahkan diri sendiri bisa merusak karir tradingnya jika ia selalu ragu akan kemampuannya. Pertanyaan seperti ’’Apakah trading forex memang cocok untuk saya? ’’ akan selalu muncul, dan bila trader tidak bisa mengatasi perasaan depresi ini dan memperbaiki kesalahan, maka ia akan bisa cabut dari dunia trading forex.

Tahapan keempat: menerima kenyataan bahwa kerugian pasti akan terjadi dalam trading

Pada tahapan terakhir ini trader sepenuhnya bisa menyadari bahwa tidak benar untuk terlalu menyalahkan diri sendiri. Pergerakan pasar forex memang memang tidak bisa diprediksi dengan pasti dan banyak faktor diluar dirinya yang tidak bisa dikendalikan. Trader mulai melakukan perbaikan pada strategi trading, menerapkan managemen resiko dengan proporsional dan yang terutama, bisa menyikapi kerugian dengan menerima kenyataan bahwa hal tersebut memang tidak terelakkan.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Kami Disini !!
Shares