USD Melemah Pasca FOMC, Data Tenaga Kerja Jadi Fokus Utama

Perampingan kenaikan suku bunga dan adanya disinflasi yang dikatakan oleh Kepala THE FED Jarome Powel pasca FOMC 1 februari waktu setempat tampaknya memicu reaksi pasar secara signifikan dimana mata uang dolar AS turun pasca FOMC. Indeks mata uang dolar turun dari 101,7 ke 100,9 pasca rapat FOMC menyebabkan pasar mata uang terhadap dolar melonjak naik termasuk harga emas (xauusd) yang naik dari area 1920 ke 1957.

Namun penurunan dolar AS ini diperkirakan hanya sementara, kebijakan yang longgar akan membantu memperkuat mata uang dolar AS dalam jangka panjang. Pada FOMC 1 februari Bank Central Amerika Serikat atau Federal Reserve (THE FED) menaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin sesuai dengan ekspektasi pasar.

Perampingan kenaikan suku bunga acuan dari 75 bps, 50 bps sampai 25 bps merupakan salah satu signal bahwa pelemahan inflasi akan terjadi meskipun masih diangka yang cukup tinggi.

Kepala The Fed Jarome Powel mengatakan tidak melihat akan adanya pemangkasan suku bunga tahun ini dan kenaikan suku bunga masih diperlukan untuk terus menekan inflasi.

Dalam waktu dekat sektor tenaga kerja akan menjadi perhatian utama, sehingga data NFP pada hari Jumat 3 februari 2023 menjadi sangat penting untuk memantau pergerakan USD mendatang.

Grafik Indeks Dolar AS